Bagi guru atau mahasiswa keguruan, istilah penelitian tindakan kelas (PTK)
bukanlah istilah yang asing. Bagi mereka, membuat PTK ibarat suatu PR
yang harus dikerjakan guna melancarkan proses pembelajaran. Yang
kemudian jadi pertanyan, apa sebenarnya PTK itu? Dan apa pula manfaat
PTK sehingga dianggap mampu memperbaiki proses pembelajaran? Untuk
mengetahuinya, mari simak paparan berikut.
Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Secara umum, PTK
merupakan jenis penelitian pembelajaran dengan konteks di dalam kelas
yang dilakukan oleh guru. PTK ini dilakukan guna mengetahui permasalahan
pembelajaran yang seringkali dihadapi guru dan memecahkannya. Adapun,
beberapa cara pemecahan masalah yang dapat dilakukan, di antaranya
melalui perbaikan mutu pelajaran, memperbaiki hasil pembelajaran, dan
mengujicobakan hal-hal baru yang dalam pembelajaran.
Dalam istilah asing, PTK disebut juga Action Research atau Classroom Action Research (CAR).
Penelitian ini sudah dikenal sejak era Perang Dunia ke-2 dan sekarang
sudah berkembang sangat pesat, terutama di negara-negara majau, seperti
Amerika, Inggris, Kanada, dan Australia. Banyak ahli pendidikan yang
member perhatian besar terhadap penelitian ini. Salah satunya adalah
Stephen Kemmis. Seperti kutipan D. Hopkins dalam bukunya,
A Teacher’s Guide to Classroom Research, Kemmis menyatakan bahwa action research adalah a from of self-reflektif inquiry undertaken by participants in a social (including education) situation in order to improve the rationality and of (a) their own social or educational practices justice (b) their understanding of these practices, and (c) the situastions in which practices are carried out.
Dari kutipan di atas, secara ringkas PTK
dapat diartikan sebagai sebuah bentuk kajian reflektif yang dilakukan
oleh peneliti (dalam hal ini guru) guna meningkatkan pemahaman rasional
atas tindakan-tindakan yang dilakukan selama proses pembelajaran,
memperdalam pemahaman, dan memperbaiki praktik pembelajaran yang
diterapkan. Penelitian Tindakan Kelas dianggap sebagai media untuk meningkatkan mutu pendidikan yang dilakukan dengan menerapkan program refleksi diri (self-reflection).
Sejatinya, program refleksi diri ini melibatkan partisipan PTK
yang terdiri atas kepala sekolah, guru, dan siswa. Pelaksanaannya
sendiri dilakukan dalam situasi sosial, termasuk di dalamnya pendidikan,
guna memperbaiki kebenaran dan rasionalitas. Adapun kebenaran di sini
meliputi praktik sosial yang dilakukan, pengertian dan pemahaman praktik
sosial tersebut, serta situasi dan lembaga, di mana parktik tersebut
dilangsungkan.
Berdasarkan paparan di atas, secara sederhana PTK dapat dimaknai sebagai sebuah pendekatan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran
dengan mendorong guru agar memikirkan praktik mengajarnya. Tujuannya
tentu saja agar guru lebih kritis terhadap praktik yang dipilihnya dan
memperbaikinya ketika ada kekurangan. Pendek kata, PTK adalah
penelitian yang diharapkan mampu mengubah beragam keadaan, kenyataan,
dan harapan pembelajaran menjadi lebih baik.
Manfaat PTK Penelitian Tindakan Kelas
Setelah di bahasan awal penulis menjelaskan ihwal PTK,
sekarang mari kita sama-sama membahasa seputar manfaat dari penelitian
ini. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dihasilkan oleh PTK.
- Memunculkan kebudayaan dan tradisi baru di kalangan guru. Kebudayaan dan tradisi di sini meliputi, budaya menulis artikel ilmiah dan tradisi meneliti. Sejauh ini, guru sepertinya memiliki kesulitan dan rasa enggan jika harus dihadapkan dengan pembuatan karya tulis ilmiah. Namun, dengan adanya PTK ini, guru dituntut untuk mampau membuat sebuah penelitian yang secara tidak langsung dapat mengasah kompetensi professional guru.
- Menghasilkan kekayaan laporan PTK yang nantinya dapat dijadikan sumber referensi atau panduan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Tak hanya itu, beragam hasil PTK yang ada, ke depannya dapat dijadikan sebagai rujukan bagi kalangan luas yang membutuhkan referensi untuk bahan tulisan atau karya ilmiah untuk disajikan dalam forum resmi, seperti jurnal ilmiah atau forum ilmiah.
- Meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan kurikulum dan satuan pendidikan sehingga lebih sesuai dengan tuntutan dan kelas sekolah, dan konteks lokal lainnya.
- Menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan sekaligus menantang karena guru dapat memilih dan menerapkan metode belajar yang tepat lengkap dengan metode belajarnya. Selain itu, guru mampu memberikan dorongan agar siswa menjadi lebih terlibat aktif, bergairah, dan nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas.
SUMBER : http://panduanguru.com/ihwal-penelitian-tindakan-kelas-ptk-dan-manfaatnya/
No comments:
Post a Comment